SERAMBI.WAHANANEWS.CO, Banda Aceh - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menerima bantuan 149 ton benih padi varietas unggul dari pemerintah pusat sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi di daerah terdampak banjir dan tanah longsor.
“Benih padi varietas Inpari 32 yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk tahun 2026 dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi bagi petani terdampak bencana akhir November 2025,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Faisal Mulyawan, saat dihubungi di Banda Aceh, Jumat (10/4/2025).
Baca Juga:
Polres Lhokseumawe Gagalkan Transaksi 1,5 Kilogram Sabu, Satu Ditangkap dari Tiga DPO
Ia menyebutkan bantuan benih padi tersebut disalurkan dalam dua tahap yakni tahap pertama sebanyak 65 ton dengan luas lahan 2.600 hektare dan untuk tahap kedua sebanyak 84 ton untuk luas lahan 3.366 hektare.
Lebih rinci ia menjelaskan bantuan tahap pertama yang disalurkan saat kunjungan Menteri Pertanian ke kabupaten itu mencakup Kecamatan Muara Batu, Lapang, Kuta Makmur dan Kecamatan Sawang. Sementara untuk tahap kedua meliputi Kecamatan Kuta Makmur, Langkahan, Bandar Baru, Sawang, Simpang Kramat dan Syamtalira Arun.
“Bantuan tahap dua tersebut disalurkan ke desa/gampong yang belum terakomodasi pada saat bantuan tahap pertama disalurkan,” katanya.
Baca Juga:
Perkuat Kolaborasi dan Ketahanan Fiskal, Pemko Binjai Hadiri Pra Rakerkomwil I APEKSI 2026 di Banda Aceh
Faisal mengatakan bantuan benih padi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas hasil pertanian milik petani yang ada di Kabupaten Aceh Utara khususnya dan menjaga ketahanan pangan.
Pihaknya berharap para petani yang mendapat bantuan benih varietas unggul tersebut dapat memanfaatkan sebaik-baiknya sehingga upaya meningkatkan produktivitas dan menyejahterakan masyarakat dapat terwujud.
Ia menambahkan, bantuan benih padi yang disalurkan oleh pemerintah pusat juga bagian untuk pemulihan ekonomi bagi para petani yang terdampak bencana termasuk di dalamnya program rehabilitasi sawah yang rusak akibat bencana.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi, mengatakan Kementerian Pertanian mulai merehabilitasi 1.093 hektare sawah milik masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Utara sebagai bagian untuk pemulihan ekonomi masyarakat.
“Rehabilitasi sawah yang dilakukan Kementerian Pertanian ini merupakan bagian untuk pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana dan bagian menjaga ketahanan pangan,” katanya.
Ia menyebutkan untuk tahap pertama intervensi yang dilakukan Kementerian Pertanian seluas 1.093 hektare yang dikerjakan secara bertahap di Kecamatan Sawang, Muara Baru, Dewantara dan Langkahan.
Lebih rinci ia menjelaskan banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November di Kabupaten Aceh Utara mengakibatkan 18.316 hektare atau 46 persen dari total luas baku sawah 39.762 hektare terdampak.
Ia merincikan seluas 4.679 hektare sawah rusak parah, 6.447 hektare rusak sedang dan 7.189 hektare rusak ringan.
[Redaktur: Amanda Zubehor]