Subulussalam.AcehSerambi wahana news co.Pemerintah melalui Basarnas Propinsi Aceh diminta turun membantu proses pencarian korban kecelakaan tunggal dijurang Lae kombih hingga kini belum ditemukan
Dua korban jatuh mobil inova dengan nopol BK 1213 SP pasangan suami-istri (Rudi Simajuntak dan Risma br Tumanggor) masih belum ditemukan sampai berita ini sampai di meja redaksi.
Baca Juga:
Andre “The Doctor” Pasok Narkoba Asal Aceh dan Malaysia
Peristiwa nahas itu terjadi di dusun Buluh didi desa Tanjung mulia kecamatan (STTUJ) sitelu tali urang jehe, Kabupaten Pakpak Bharat propinsi Sumut pada Senin malam 30/3/2026 sekira pukul 23.00.wib.
Upaya pencarian tim SAR gabungan Basarnas Sumut BPBD Pakpak Bharat, BPBD Subulussalam selama tujuh hari sejak kejadian sudah resmi ditutup Senin 6/4/2026.
Kepala kemukiman penanggalan Haris muda Bancin didampingi Dani Simajuntak adik korban juga turut hadir ketua pemuda (perpena) Ra Jupri Bancin penanggalan, memohon Gubernur Aceh menurunkan Basarnas dan menambah perpanjangan waktu pencarian untuk beberapa hari lagi untuk menyisir kembali lubuk lubuk jurang Lae kombih.
Baca Juga:
Ketua Komisi C DPRK Subulussalam Apresiasi Langkah Walikota Usulkan Penanganan Jalan Rawan Kecelakaan Kedabuhen
Senada dengan pak mukim,Dani Simajuntak adik korban,juga berharap agar pemerintah kota Subulussalam kembali menurunkan Basarnas untuk melakukan pencarian kembali,Dani meyakini saudaranya masih berada di aliran sungai lae kombih.
Pak mukim juga turut memohon kepada bapak walikota Subulussalam, DPRK,agar meminta rekomendasi Basarnas Aceh,dan beliau berharap semoga semua setholder berperan aktif bahu membahu menangani musibah ini.
Dalam kesempatan ini pak mukim Penanggalan juga meminta kepada pemerintah kota Subulussalam memberikan bantuan berupa perahu karet buat pecinta arung jeram sikelang.