Serambi.WahanaNews.co, Subulussalam - Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe, berkomitmen untuk memperjuangkan peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) di Kota Subulussalam.
Komitmen ini disampaikan Fajri berdasarkan banyaknya masukan yang diterimanya saat melakukan kunjungan ke berbagai kecamatan dan desa, Rabu (20/11/2024).
Baca Juga:
Lebaran 1446 H Tanpa Perbedaan, Kemenag: 1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025
Fajri mengungkapkan bahwa kondisi sarana dan prasarana di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di Kota Subulussalam masih jauh dari kata memadai jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah di bawah pemerintah daerah atau Kementerian Pendidikan.
"Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi kami jika dipercaya memimpin Kota Subulussalam. Kita harus memperbaiki kondisi ini secara bersama-sama. Sebab, siswa yang bersekolah di sana adalah anak-anak Subulussalam, dan guru-gurunya juga berasal dari sini. Tidak seharusnya kita membiarkan keadaan ini tanpa perhatian dari pemerintah kota," tegas Fajri.
Strategi Perbaikan Sarpras
Baca Juga:
Menanti Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2025 Jatuh pada Minggu atau Senin?
Fajri menjelaskan bahwa langkah pertama dalam upaya perbaikan adalah membuka komunikasi dengan Kepala Kantor Kemenag (Kakanmenag) Kota Subulussalam. Langkah ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan dan merumuskan solusi yang tepat.
"Kita perlu memahami kondisi sarpras secara nyata agar dapat merancang langkah-langkah yang efektif," jelasnya.
Setelah tahap ini selesai, komunikasi akan dilanjutkan ke tingkat provinsi Aceh, dan selanjutnya ke pemerintah pusat.
"Kami akan menemui Menteri Agama atau pejabat terkait di bidang sarpras. Untuk perjuangan ini, saya juga akan melibatkan para senior di Kemenag Kota Subulussalam," kata Fajri.
Ia menambahkan bahwa pengalamannya dalam memperjuangkan pembangunan MAN 2 Simpang Kiri dan beberapa kantor KUA di kecamatan-kecamatan memberikan keyakinan bahwa upaya ini dapat berhasil.
Pendidikan Kemenag Bagian Tak Terpisahkan
Fajri menegaskan bahwa pendidikan di bawah Kemenag adalah bagian integral dari pemerintah Kota Subulussalam.
"Pendidikan Kemenag memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di masa depan. Oleh karena itu, tidak boleh ada pemisahan antara keduanya. Apalagi, istilah anak tiri dan anak kandung tidak boleh terjadi. Mari kita bersama-sama membangun pendidikan di Kota Subulussalam, karena kota ini adalah milik kita semua," pungkasnya.
[Redaktur: Amanda Zubehor]