Selain memberikan multiplier effect, kegiatan ini juga berdampak terhadap kelestarian sosial budaya dan menjaga kuliner tradisional Aceh tetap eksis.
Jamaluddin memastikan, kegiatan Aceh Ramadhan Festival akan tetap digelar setiap tahun dan sudah menjadi agenda tetap Pemerintah Aceh.
Baca Juga:
WamenEkraf Ajak AINAKI Perkuat Kolaborasi Kembangkan Industri Animasi Indonesia
"Ini jadi agenda tetap Pemerintah Aceh sejak 2019.
Selain Aceh Ramadhan kita sudah menggelar sebagian kegiatan lainnya yang masuk dalam 101 Khazanah Piasan Nanggroe," ujar Jamaluddin.
Tak lupa, Kadisbudpar Aceh juga mengapresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat, mulai dari event organizer, para pengisi stan kuliner maupun stan non kuliner, dai cilik, ustaz dan dewan juri, komunitas dakwah, dan pengisi acara lainnya yang telah mensukseskan acara ini.
Baca Juga:
Kemenparekraf Dukung Pelaksanaan Pusbatara Run 2024
“Event yang menampilkan beragam kegiatan antara lain, kajian islami, khanduri Ramadhan, kelas kreatif, penampilan seni dan budaya, serta pesantren kilat ini telah memberikan kesan yang positif bagi para tamu undangan dan para pengunjung,” ungkapnya.[gab]