SERAMBI.WAHANANEWS.CO, Subulussalam - Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB), menegaskan komitmennya untuk menuntaskan defisit keuangan daerah dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Komitmen tersebut disampaikan saat memberikan arahan kepada ribuan pegawai di halaman Kantor Wali Kota, Kamis (29/1/2026).
Target itu ditetapkan sebagai langkah strategis guna memulihkan kondisi fiskal Pemerintah Kota Subulussalam yang selama ini terbebani utang.
Rasyid Bancin mengatakan, salah satu upaya utama yang tengah diperjuangkan adalah pengembalian dana daerah sebesar Rp86 miliar yang sebelumnya ditarik oleh pemerintah pusat
Saat ini, Pemko Subulussalam masih menunggu terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) sebagai dasar pencairan dana tersebut.
Menurutnya, jika dana tersebut dapat direalisasikan dan didukung kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan legislatif, maka pelunasan utang daerah dapat segera diprioritaskan.
“Kalau dana Rp86 miliar itu keluar dan kita sepakat dengan dewan terhormat untuk fokus membayar utang, insya Allah pada 2027 Subulussalam sudah bebas dari beban utang,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam penyusunan kebijakan anggaran ke depan agar penyelesaian defisit menjadi agenda utama.
Ia juga memastikan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) tetap menjadi perhatian. Salah satunya dengan menjaga agar Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) tidak mengalami pemotongan.
Selain itu, Pemerintah Kota Subulussalam juga berencana memberikan uang ihsan atau honor tambahan kepada pegawai sesuai kemampuan keuangan daerah sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka.
Wali Kota menegaskan transparansi pengelolaan anggaran akan terus diperkuat guna memastikan seluruh proses pemulihan keuangan daerah berjalan akuntabel.
Ia optimistis, dengan dukungan seluruh pihak serta tata kelola yang bersih, kondisi fiskal Kota Subulussalam dapat pulih dan pembangunan dapat berjalan lebih optimal tanpa terbebani defisit di masa mendatang.
[Redaktur: Amanda Zubehor]