Warga Desa Kuta Tengah meminta pihak PLN (Persero) agar serius menangani kabel listrik yang semrawut alias amburadul tersebut, karena menurut warga, sudah menjadi kebiasaan dari petugas PLN bila ada keluhan, datang hanya mengecek saja, lalu ditinggalkan begitu saja.
Baca Juga:
BP BUMN dan Danantara Pangkas Entitas PLN Group, Target Tinggal 23 Perusahaan pada 2028
Hal senada diungkapkan Pj kepala kampung desa Kuta Tengah, Sibarani Berutu, ia kwatir kasus serupa bisa terulang kepada warganya, mengingat kejadian di desa Ciparpare beberapa hari lalu yang menewaskan dua pemuda akibat tersengat arus listrik.
Sebelumnya, Sibarani mengaku sudah pernah menyurati pihak PLN Subulussalam semasa dipimpin Taruli Berutu. "Mereka hanya datang meninjau ke lokasi, cuman hanya sebatas itu saja, tidak ada tindak lanjut," ucapnya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Percepatan Energi Terbarukan, PLN Dinilai Siap Hadapi Tekanan Kurs dan Harga Minyak