WahanaNews-Serambi | PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lhokseumawe, Aceh, mengedukasi dan menyosialisasikan potensi bahaya kelistrikan guna menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat yang berada di sekitar jaringan listrik.
Manajer Bagian Perencanaan PT PLN UP3 Lhokseumawe Muhammad Zuhroni Abidin di Lhokseumawe, Selasa, mengatakan sosialisasi dan edukasi tersebut dilakukan guna menekan angka kecelakaan kelistrikan.
Baca Juga:
Cegah Bahaya, ALPERKLINAS Ajak Masyarakat Laporkan Aktivitas di Dekat Jaringan Listrik ke PLN
"Potensi bahaya kelistrikan tersebut bukan hanya dapat menimbulkan kecelakaan, tetapi juga dapat mengancam jiwa. Oleh sebab itu, edukasi dan sosialisasi sebagai bentuk kepedulian PLN terhadap potensi bahaya listrik di lingkungan masyarakat," katanya.
Muhammad Zuhroni menyebutkan listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan sehari-hari. Namun begitu, listrik pun memiliki potensi bahaya cukup besar seperti arus pendek atau korsleting listrik yang diakibatkan ketidakpahaman ataupun kelalaian masyarakat.
"Pada dasarnya, banyak masyarakat tahu cara penggunaan listrik, namun tidak mengetahui dan bahkan tidak peduli terhadap potensi bahayanya tentang kelistrikan," katanya.
Baca Juga:
UID Kalselteng Bangun Sirkuit SUTR 200 Meter ke Puskesmas Gambah Kandangan
Pernyataan tersebut disampaikan Muhammad Zuhroni pada edukasi dan sosialisasi bahaya kelistrikan tersebut diikuti unsur Forkopimda Lhokseumawe, camat, perwakilan pemilik bangunan dekat jaringan tegangan menengah, jurnalis, dan pemangku kebijakan terkait.
Menurut Muhammad Zuhroni, kecelakaan listrik dapat terjadi karena banyak faktor. Pihaknya juga tidak dapat menyimpulkan bahwa penyebab kecelakaan adalah kelalaian PLN atau kelalaian pelanggan.
"Ini perlu proses investigasi pihak kompeten secara objektif dan berimbang. Namun, masyarakat yang sering menjadi korban kecelakaan kelistrikan adalah saat memanen sawit hasil perkebunan dan saat memasang spanduk," katanya.