SERAMBI.WAHANANEWS.CO, Subulussalam - Sebagaimana diberitakan di sejumlah media massa dalam beberapa hari terakhir, angka defisit anggaran Kota Subulussalam pada tahun 2025 disebut telah mencapai Rp109 miliar. Angka tersebut dinilai telah melampaui ambang batas yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Plt Ketua Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Subulussalam (AMPES), Suardi Munte, mengutuk keras bertambahnya angka defisit tersebut. Menurutnya, kondisi ini sangat bertolak belakang dengan visi dan misi Wali Kota Subulussalam yang disampaikan kepada masyarakat saat masa kampanye lalu.
Baca Juga:
Wali Kota Subulussalam Tekankan Pentingnya Peran Perangkat Desa dalam Mengembangkan Ekowisata
“Kami pesimis kepemimpinan wali kota saat ini mampu mengurangi defisit, apalagi mewujudkan nol defisit. Pasalnya, setiap tahun angka defisit justru terus meningkat, bukan berkurang,” ujar Suardi Munte kepada media ini, Senin (20/01/2026).
Ia juga menyoroti kondisi di lapangan yang dinilainya sarat dengan kegiatan dan proyek yang diduga dibagi-bagikan kepada tim sukses.
“Di lapangan banyak sekali kegiatan maupun proyek yang terkesan hanya dibagikan kepada tim sukses,” tambahnya.
Baca Juga:
AMP-SAKA: Integritas Wali Kota Subulussalam HRB Layak Dipertanyakan
Suardi menegaskan, hal tersebut menunjukkan ketidakseriusan Wali Kota Subulussalam dalam upaya menekan angka defisit anggaran daerah.
“Kami menilai Wali Kota Subulussalam hanya pandai bersilat lidah dan melakukan pencitraan, tanpa adanya bukti nyata yang ditunjukkan kepada publik,” tutup Suardi.
[Redaktur: Amanda Zubehor]