Serambi.WahanaNews.co, Banda Aceh - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh menyebut penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjadi momentum yang tepat bagi pelaku UMKM lokal untuk promosi dan memasarkan produk unggulan.
“Penyelenggaraan PON 2024 di Aceh tentunya akan memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Kepala Bank Indonesia Aceh Rony Widijarto di Banda Aceh, Rabu (22/5/2024).
Baca Juga:
BPS Aceh: Pengeluaran Per Kapita 2024 Naik 3,16 Persen dari 2023
Ia menjelaskan, hal tersebut dapat dilihat dari berbagai kajian bahwa penyelenggaraan agenda olahraga baik level nasional, regional hingga internasional akan mampu memberi dampak yang signifikan terhadap perekonomian setempat.
Seperti agenda PON 2021 di Papua, kata dia, dengan dana mencapai Rp3,5 triliun, yang berpotensi meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga 1,1 persen serta memiliki potensi total pembelian pengunjung mencapai Rp32,58 miliar.
“Melihat dampak ekonomi tersebut, dukungan dari semua pihak perlu didorong sehingga dampaknya dapat optimal terhadap perekonomian Aceh,” ujarnya.
Baca Juga:
Penyidik Kejari Bireuen Periksa 80 Saksi Kasus Korupsi Dana Desa Rp1,12 Miliar
Rony menambahkan, agar penyeleggaraan PON Aceh-Sumut dapat berdampak optimal terhadap ekonomi, maka diperlukan persiapan yang matang, khususnya pada beberapa sektor strategis seperti konstruksi, transportasi dan pergudangan, akomodasi makanan dan minuman, serta perdagangan.
“Seluruh pihak perlu saling bersinergi guna mempersiapkan berbagai infrastruktur fisik seperti sarana olahraga, akomodasi, dan transportasi, maupun non fisik seperti sistem pembayaran, kemudahan bertransaksi, kesiapan UMKM, dan sebagainya untuk mendukung PON Aceh-Sumut,” ujarnya.
Bank Indonesia memprakirakan ekonomi Aceh pasca penyelenggaraan PON XXI akan tumbuh berkisar antara 4 hingga 4,8 persen.