Serambi.WahanaNews.co, Banda Aceh - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh telah memilih Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh sebagai kawasan penerapan teknologi digital, sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat peningkatan penggunaan digitalisasi di provinsi barat Indonesia.
Rony Widijarto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, menyatakan hal ini pada acara peluncuran kawasan digital Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh pada Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh.
Baca Juga:
BI Sebut Transaksi QRIS Capai Rp80,88 Triliun di Januari 2025
Widijarto menjelaskan bahwa Masjid Raya Baiturrahman, sebagai ikon Aceh, dipilih karena mewakili pusat religi, budaya, perjuangan Aceh, dan banyak sejarah lainnya.
Program kawasan digital ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah kota dan provinsi, serta sektor perbankan, dengan tujuan meningkatkan transaksi secara digital di semua kawasan.
Masjid Raya Baiturrahman dianggap sebagai contoh ideal penerapan kawasan digital karena mencakup berbagai aspek, termasuk tempat ibadah, pusat perdagangan, dan transaksi pemerintah daerah, termasuk penerimaan retribusi. Integrasi dilakukan melalui transaksi digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang dianggap cepat, nyaman, dan aman.
Baca Juga:
Pemkot Kendari Terapkan Sistem Barcode QRIS untuk Optimalkan Penagihan Retribusi Daerah
Penduduk sekitar Masjid Raya Baiturrahman dapat melakukan pembayaran zakat, infaq, dan sedekah melalui QRIS, yang disebut sebagai cara yang cepat dan aman. Selain itu, di sekitar masjid terdapat Pasar Aceh, pusat suvenir, kuliner, dan lainnya, serta penerimaan retribusi parkir, membentuk ekosistem penggunaan digitalisasi.
Widijarto menekankan bahwa tujuan dari inisiatif ini adalah agar masyarakat merasakan manfaat dari transaksi digital, melibatkan ekosistem ibadah, ekonomi, dan pemerintahan.
Hingga Oktober 2023, Bank Indonesia mencatat volume transaksi digital menggunakan QRIS di Aceh mencapai 6,6 juta transaksi, melebihi target tahun ini sebanyak 5 juta transaksi. Jumlah ini melibatkan 128 ribu pedagang dengan total 484 ribu pengguna QRIS di Aceh, dengan total nominal transaksi mencapai Rp1 triliun.
Widijarto menambahkan bahwa penerapan kawasan digital Masjid Raya Baiturrahman juga mendukung upaya pemerintah dalam mendorong inklusi UMKM, karena transaksi digital dapat mempermudah usaha dalam mendapatkan pembiayaan perbankan, serta diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan UMKM di Aceh.
[Redaktur: Amanda Zubehor]