SERAMBI.WAHANANEWS.CO, Subulussalam - Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Subulussalam (AMPeS) menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Simpang Lima, Banda Aceh.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Wali Kota Subulussalam, H. Rasyid Bancin, yang dilantik oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada 15 Februari 2025 lalu.
Baca Juga:
Paris Chaos, Bendera One Piece Berkibar di Tengah Gelombang Protes Anti-Macron
Mereka menilai, hampir satu tahun kepemimpinan Wali Kota Subulussalam belum menunjukkan perubahan signifikan, khususnya di sektor keuangan daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua AMPeS, Suardi Munthe, menyebutkan bahwa dalam kurun waktu satu tahun, defisit anggaran Kota Subulussalam telah mencapai Rp109 miliar.
“Artinya, ada persoalan serius dalam pengelolaan keuangan daerah Kota Subulussalam. Alih-alih menurunkan defisit seperti yang dijanjikan saat kampanye, justru angkanya semakin bertambah,” kata Suardi, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga:
Presiden Prabowo Harap APBN RI Tanpa Defisit pada 2027 atau 2028
Ia menegaskan, angka Rp109 miliar bukanlah jumlah yang kecil dan kondisi tersebut sangat berdampak pada masyarakat.
“Pemerintah lebih fokus pada kegiatan-kegiatan yang menyenangkan tim suksesnya, dibandingkan mengambil langkah konkret untuk mengurangi defisit,” ujarnya.
Menurutnya, seharusnya pemerintah memahami kondisi keuangan daerah saat ini dengan mengurangi kegiatan yang tidak bersifat mendesak serta lebih mengedepankan kepentingan umum dibanding kepentingan kelompok tertentu.