Atas dasar itu, AMPeS menduga Wali Kota Subulussalam tidak serius dalam upaya menekan angka defisit.
“Sejak awal menjabat terlihat wali kota lebih sering berada di luar daerah dibandingkan di wilayahnya sendiri, namun tanpa hasil nyata dalam upaya mengurangi defisit,” ungkap Suardi.
Baca Juga:
Paris Chaos, Bendera One Piece Berkibar di Tengah Gelombang Protes Anti-Macron
Ia juga menilai aktivitas ke luar daerah tersebut tidak memberikan dampak positif terhadap perbaikan kondisi keuangan Kota Subulussalam.
Melalui aksi tersebut, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Subulussalam (AMPeS) menyampaikan dua tuntutan kepada Wali Kota Subulussalam.
Pertama, mengutuk keras terjadinya defisit anggaran sebesar Rp109 miliar serta meminta pertanggungjawaban kepada masyarakat Subulussalam terkait penyebab dan penggunaan anggaran yang mengakibatkan defisit tersebut.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Harap APBN RI Tanpa Defisit pada 2027 atau 2028
Kedua, meminta Wali Kota Subulussalam untuk mengurangi kegiatan ke luar daerah sebagai bentuk keseriusan dalam upaya menekan dan mengendalikan defisit anggaran.
[Redaktur: Amanda Zubehor]