Berdasarkan laporan pelaksanaan per 13 Juni 2026, ketersediaan material di lokasi telah mencapai sekitar 62 persen, sementara sisanya berada dalam proses pengiriman menuju Subulussalam.
Adapun strategi percepatan juga diterapkan, mulai dari pengiriman material melalui jalur laut dan udara, penyediaan batching plant di area proyek, penambahan alat berat, hingga dukungan personel TNI.
Baca Juga:
Satu Tahun Kepemimpinan Rabbani, Sekretaris DPD PAN Subulussalam Nyatakan Dukungan HRB Dua Periode
Sekolah Rakyat Aceh 2 Kota Subulussalam dibangun di atas lahan seluas 6,8 hektare dengan kontraktor pelaksana PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp453,3 miliar.
Kawasan pendidikan terpadu ini dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang, mulai dari gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, lapangan mini soccer, lapangan basket dan voli, hingga fasilitas pendukung lainnya.
[Redaktur: Amanda Zubehor]