Serambi.WahanaNews.co | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Aceh mencatat kenaikan penjualan listrik sebesar 2,13 persen year on year (yoy) menjadi 745,30 Giga Watt hour (GWh) pada triwulan pertama tahun 2022.
Kenaikan konsumsi listrik ini menjadi salah satu tanda pemulihan geliat ekonomi Provinsi Aceh di tengah misi pemerintah merubah pandemi Covid-19 menjadi endemi.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Aceh, Parulian Noviandri memastikan PLN Aceh akan terus memberikan layanan kelistrikan terbaik dan optimal untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pebisnis dalam memulihkan geliat ekonomi.
Tingkat kenaikan penjualan listrik menjadi dasar bahwa ekonomi kembali pulih, “Aktivitas masyarakat kembali pulih sehingga mendorong konsumsi listrik, sektor utama peningkatan konsumsi listrik ada pada sektor Bisnis dan Industri,” ujar Noviandri, Senin (25/4/2022).
Menurut Parulian, konsumsi listrik di sektor Bisnis pada triwulan pertama tahun ini mencapai 128,80 Giga Watt hour (GWh). Angka 6,40 persen dari total konsumsi Provinsi Aceh.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
“Jika dibandingkan Maret tahun lalu pertumbuhan konsumsi sektor bisnis masih 2,12 persen. Namun tahun ini naik 6,40 persen,” ujar Noviandri.
Adapun saat ini PLN terus berupaya mencari celah pasar baru, sejumlah sektor pun kini disasar PLN seperti pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, maupun kelautan. PLN juga mengkampanyekan gaya hidup baru yaitu dengan electrifying lifestyle lewat penggunaan peralatan elektronik yang rendah emisi dan ramah lingkungan seperti kompor induksi sampai dengan kendaraan listrik, hal ini juga selaras dengan program pemerintah yaitu Aceh Green.
Noviandri optimis, dengan bantuan serta dukungan dari seluruh stakeholder PLN dan dengan listrik yang andal akan dapat membantu pemerintah maupun masyarakat dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Provinsi Aceh. [gab]