Kata Bella, butuh kepedulian bersama untuk menjaga ekosistem dan keberlangsungan alam, dan transplantasi karang ini merupakan wujud nyata dari sekelompok generasi muda yang masih peduli terhadap keberlanjutan ekosistem laut.
“Tidak sulit untuk memulai sesuatu yang baik terhadap lingkungan kita, yang sulit itu adalah mempertahankan apa yang telah diperbuat,” ujarnya.
Baca Juga:
Anggota DPRD Sumbar Verry Mulyadi Dukung BPK Audit PT Semen Indonesia Group
Sementara itu, Pegiat Lingkungan dari Yayasan Coral Oasis Nadya Tirta menyebutkan kehadiran terumbu karang sangat penting untuk keberlangsungan hidup ekosistem laut. Oleh karena itu pihaknya mengajak generasi muda Aceh untuk terus berperan aktif dalam menjaga lingkungan.
Ia menilai kesadaran dan literasi masyarakat terhadap ekosistem terumbu karang masih minim, sehingga dibutuhkan upaya bersama untuk melakukan edukasi secara berkelanjutan dalam hal konservasi lingkungan, terkhusus ekosistem laut.
“Transplantasi terumbu karang di Pulau Rubiah ini sudah dimulai pasca tsunami Aceh 2004 silam oleh pendiri Yayasan Coral Oasis almarhum Pak Dodent, namun tetap butuh kerja keras, semangat dan dukungan dari berbagai pihak untuk melanjutkan upaya ini,” ujarnya.
Baca Juga:
Hashim Djojohadikusumo Yakin Program 3 Juta Rumah Jadi Solusi Oversupply Semen
[Redaktur: Amanda Zuehor]