Tindakan itu jelas tidak patut ditiru.
Selain perselingkuhan, Prabowo juga mencontohkan kepemimpinan militer lainnya yang tidak benar, yakni tentang komandan pasukan yang mau enak sendiri.
Baca Juga:
Bupati Karo Bersama Forkopimda Terus Pantau Penanganan Pasien Dugaan Keracunan MBG di RS Efarina Etaham,Dua Pasien Dirujuk Ke Medan
Suatu ketika terjadi kontak tembak dengan musuh.
Komandan pasukan yang memimpin grup itu lantas memanggil wakilnya.
Ironisnya, wakil komandan itu diminta mengambil alih pasukan dan memimpin serbuan di sebuah bukit.
Baca Juga:
Ramadhan Sananta Sudah Paham Kekuatan Penang FC, Modal Penting Persebaya di GBT
Dalam pandangan Prabowo, sikap komandan itu sama sekali tak mencerminkan kepemimpinan militer yang baik.
Semestinya, komandan berada di tengah-tengah anak buah, termasuk dalam pertempuran.
Bukan tanpa alasan dia menceritakan kisah-kisah tersebut.