SERAMBI.WAHANANEWS.CO, Subulussalam - Sejumlah awak media bersama perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) melakukan kunjungan lapangan ke Kampong Lae Mate, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, guna memastikan secara langsung isu dugaan penyimpangan anggaran ketahanan pangan Tahun Anggaran 2025.
Kunjungan tersebut turut dihadiri perwakilan dari LSM Swara Putra Aceh dan Lembaga CAPA Kota Subulussalam. Agenda utama kegiatan ini adalah melakukan cek fakta atas informasi yang beredar terkait dugaan kegiatan fiktif pada program pengadaan ternak sapi melalui BUMDes Kampong Lae Mate, Jumat (28/02/2025).
Baca Juga:
Oknum LSM Diduga Peras Manajemen RSUD Abdoel Moeloek
Verifikasi Lapangan dan Dokumen
Dalam peninjauan langsung di lapangan, rombongan melihat secara fisik keberadaan ternak sapi yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan desa. Selain itu, tim juga mencocokkan data administrasi, termasuk dokumen pengadaan, berita acara, serta kondisi kandang dan aset pendukung lainnya.
"Ketua BUMDes Kampong Lae Mate, Jahriadi, menegaskan bahwa tidak terdapat kegiatan fiktif sebagaimana yang dituduhkan.Tidak ada kegiatan kami yang fiktif. Sapi-sapi itu ada. Memang sempat terjadi kendala teknis dalam proses pembayaran, namun hal tersebut sudah kami kendalikan. Baik dari sisi kandang maupun pengadaan, semuanya nyata,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi.
Baca Juga:
Hak Jawab Atas Berita "Buat Gaduh, Oknum Mengaku Wartawan dan LSM Diusir dari Kantor Desa Pegagan Julu VI Dairi"
Sebagai bagian dari proses verifikasi independen, awak media juga mendokumentasikan kondisi fisik ternak dan kandang yang ada.
Temuan: Kendala Teknis, Bukan Penyimpangan
Berdasarkan hasil penelusuran dan konfirmasi di lapangan, persoalan yang sempat mencuat lebih disebabkan oleh kendala teknis administrasi serta mekanisme pembayaran pada tahap awal, bukan merupakan indikasi kegiatan fiktif atau penggelapan anggaran.