Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil menjelaskan, optimasi lahan di Kabupaten Aceh Utara dilakukan pada lahan rawa seluas 500 hektare untuk tahap pertama.
Ia mengatakan pula, optimasi lahan itu dilaksanakan melalui kegiatan penataan sistem tata air dan lahan yang telah dimanfaatkan.
Baca Juga:
Bank Muamalat Gandeng Sahid Tour & Travel Salurkan Pembiayaan Haji Khusus
Ali menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan kegiatan normalisasi saluran pembuang sepanjang 8.315 meter, pembuatan saluran pembawa 230 meter, talang air, pembuatan gorong-gorong 1 unit, dan pembuatan pintu air dan gorong gorong 2 unit.
“Pekerjaan ini telah dapat mengairi lahan seluas 331 ha, dan terus dikerjakan hingga semua target terpenuhi," kata Ali.
Untuk kegiatan konstruksi optimasi lahan rawa pada tahun 2024, ujar Ali, terdapat sejumlah pilihan, yakni pembangunan/rehabilitasi tanggul, rehabilitasi/pembangunan pintu air, dan rehabilitasi/pembangunan saluran irigasi dan drainase.
Baca Juga:
Pj Bupati Aceh Tengah Mendukung Keputusan Nonaktifkan Direksi Bank Aceh Syariah
Selain itu, juga ada pengadaan pompa air, pipa/gorong-gorong, pembuatan jembatan jalan usaha tani (JUT), penyiapan atau pengolahan lahan, dan penanaman.
Langkah awal peningkatan produksi padi, Ali mengatakan lagi, akan ditempuh dengan meningkatkan luas tanam melalui peningkatan indeks pertanaman dengan program optimasi lahan.
“Antara lain penataan tanggul, pembangunan pintu-pintu air, pompanisasi, dan lain-lain. Ini untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi risiko banjir atau genangan air yang dapat merusak tanaman pertanian," kata Ali pula.