"Kami akan menemui Menteri Agama atau pejabat terkait di bidang sarpras. Untuk perjuangan ini, saya juga akan melibatkan para senior di Kemenag Kota Subulussalam," kata Fajri.
Ia menambahkan bahwa pengalamannya dalam memperjuangkan pembangunan MAN 2 Simpang Kiri dan beberapa kantor KUA di kecamatan-kecamatan memberikan keyakinan bahwa upaya ini dapat berhasil.
Baca Juga:
Lebaran 1446 H Tanpa Perbedaan, Kemenag: 1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025
Pendidikan Kemenag Bagian Tak Terpisahkan
Fajri menegaskan bahwa pendidikan di bawah Kemenag adalah bagian integral dari pemerintah Kota Subulussalam.
"Pendidikan Kemenag memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di masa depan. Oleh karena itu, tidak boleh ada pemisahan antara keduanya. Apalagi, istilah anak tiri dan anak kandung tidak boleh terjadi. Mari kita bersama-sama membangun pendidikan di Kota Subulussalam, karena kota ini adalah milik kita semua," pungkasnya.
[Redaktur: Amanda Zubehor]