Serambi.WahanaNews.co | Bermula, dengan adanya kiriman link web pemberitaan dari media Detikcom berjudul "Anwar Abbas Minta Polisi Tangkap MPTT-I Karena Ajarkan Muhammad itu Allah" kian meluas ke Media Sosial (Medsos) khususnya ke grup-grup WhatsApp.
Di dalam group WhatsApp ICMI Kota Subulussalam itu, terdapat satu komentar yang menarik perhatian khusus murid Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi, yang tergabung dalam MPTT-I Subulussalam.
Baca Juga:
Satu Tahun Kepemimpinan Rabbani, Sekretaris DPD PAN Subulussalam Nyatakan Dukungan HRB Dua Periode
Diketahui, yang berkomentar itu, dilihat dari profil WhatsApp nya, diduga Ketua Partai Gerindra Kota Subulussalam, yang mengatakan "Enggo Keca macik Bena na Pucuk Pasti Layu Ketua" (Kalau Pangkalnya Sudah Busuk, Pucuknya Pasti Layu Ketua), hingga murid Abuya merasa kurang nyaman dengan komentar tersebut.
Terkesan, komentar yang diduga ketua Partai Gerindra Kota Subulussalam di grup WhatsApp tersebut, di anggap sangat menyesatkan masyarakat yang bergabung di MPTT-I.
Hingga, Gubernur Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf - Indonesia (MPTT-I), Cabang Kota Subulussalam, Drs Salmaza, MAP meminta kepada masyarakat agar tidak terlalu menilai negatif suatu persoalan.
Baca Juga:
Dorongan Hak Angket Menguat, Aktivis Aceh: Interpelasi DPRK Jangan Berhenti di Tengah Jalan
Terlebih lagi, belum mengetahui sepenuhnya dasar suatu permasalahan.
Menilai sikap para murid Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi, yang baru-baru ini mencuat ke publik, terkait pernyataan komentar salah seorang warga di Grup WhatsApp ICMI Kota Subulussalam begitu menohok, hingga menuai kontroversi.
Diketahui, sebelumnya sampai hari ini, MPTT-I dan ICMI Kota Subulussalam sangat baik hubungannya, bahkan jika Abuya datang ketua ICMI selalu hadir.