Memang dari jumlah siswa baru yang sudah terdaftar idealnya sekolah punya tenaga pengajar minimal 10- 12 orang. Tapi apalah daya semua tergantung kemampuan sekolah untuk membayar honor guru, dan kesanggupan kami saat ini hanya mampu membayar guru honor sebanyak 6 orang untuk bisa memberikan honor yang layak bagi guru dan kami masih terus berharap agar kiranya dinas pendidikan kota Subulussalam bisa memberi solusi terbaik dari permasalahan yang kami hadapi saat ini, kata beliau.
Walaupun dengan keterbatasan jumlah guru-guru yang ada, Ibu Merawati, yakin sekolah yang dia pimpin akan menjadi TK yang diminati murid begitu pun orang tuanya, dan masyarakat ini terbukti dengan masih banyaknya wali murid yang datang untuk mendaftarkan anaknya walaupun pendaftaran sudah di tutup.
Baca Juga:
Warga Transmigrasi Simpang Kiri Sambut Meriah Paslon FAKAR
Beliau juga berharap TK Darma wanita ini akan jadi percontohan dan menjadi pilot projek jenjang TK di kota Subulussalam ini.
Dimana diketahui saat rapat dengar pendapat dengan orang tua murid, ternyata para tenaga pengajar (guru) honor di TK negeri Darma wanita tidak digaji oleh pemerintah daerah, melainkan bersumber dari iuran wali murid setiap bulannya.
Dimana para orang tua murid telah bersepakat untuk memberikan semacam iuran bulanan ,guna membantu menanggulangi pembayaran gaji para guru honor di TK negeri darma wanita ini.
Baca Juga:
Polres Subulussalam Amankan Terduga Pelaku KDRT Terhadap Istri
Dalam kesempatan tersebut, awak media ini mewawancarai salah seorang orang tua siswa baru di TK Darma wanita negeri tersebut, ibu Rosmita pantasari berkata, memohon dengan sangat kepada pemerintah kota Subulussalam, Walikota dan Dinas pendidikan agar lebih peka dengan keluhan para orang tua murid, kiranya kepala dinas pendidikan membuka mata dan telinga untuk melihat langsung realita di sekolah-sekolah yang ada di pemkot ini, salah satunya TK Darma wanita negeri Subulussalam ini.
Namun, akibat ketidakpekaan pemerintah terhadap dunia pendidikan di pemkot Subulussalam yang kita cintai ini masih ada kita temui dimana salah satu T k negerinya sampai kekurangan tenaga pengajar (guru), dan ini perlu dilakukan perbaikan dan perhatian yang semestinya.
Dilihat dari kurangnya tenaga pengajar tingkat TK di Subulussalam, sudah selayaknya pemerintah berbenah dan mengkaji bagaimana apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menanggulangi kekurangan yang ada.