“Mengenai tampal batas, bapak-bapak boleh menurunkan BPN ke lokasi dan kami akan siap turun ke lapangan dengan catatan biaya tidak di tanggung oleh PT Laot Bangko,” kata Asnadi.
Walaupun demikian, Masa Maha mengatakan jika penggalian parit gajah ini berdampak merugikan lahan masyarakat sekitar, dengan berat hati pihaknya akan kembali memblokade jalan yang terletak di RT 9, karena jalan itu merupakan jalan warga yang di lalui oleh PT Laot Bango saat ini tegas nya.
Baca Juga:
Konflik Lahan di Subulussalam: HGU PT Laot Bangko dan Pembangunan Parit Gajah Menuai Polemik
[Redaktur: Amanda Zubehor]