Dengan Adanya settingan dari awal semacam ini dari pihak Walikota terbukti ada peserta yang akan dititip untuk diloloskan sedangkan yang lainnya seolah-olah mendaftar tapi hanya sebagai persyaratan saja agar lelang jabatan bisa segera berlangsung untuk dilaksanakan.
Untuk itu kami dari organsasi masyarakat (Pospera) di Kota Subulussalam agar dalam penilaian tim Pansel yang diketuai oleh Asisten 3 Pemerintah Aceh Dr. H. Iskandar, dapat bekerja secara profesional dengan mencari sosok calon sekda yang kredibel.
Baca Juga:
Satu Tahun Kepemimpinan Rabbani, Sekretaris DPD PAN Subulussalam Nyatakan Dukungan HRB Dua Periode
Bukan sosok yang dititip oleh pejabat tinggi di Subulussalam. Bukan sosok yang jabatannya lompat sana-lompat sini.
Karena dekat dengan penguasa secara mudah mendapatkan posisi/jabatan dan kenaikan eselon.
Kami sangat berharap sosok yang menjadi Sekda Kota Subulussalam memiliki track record yang jelas baik dari segi pendidikan, pengalaman kerja, kepangkatan, dan punya ilmu yang matang dalam manajemen pemerintahan agar kedepan Sekda Kota Subulussalam dapat menjadi Sekda yang mampu melakukan tata pemerintahan yang baik dan tertib dalam manajemen dan faham akan administrasi pemerintahan.
Baca Juga:
Dorongan Hak Angket Menguat, Aktivis Aceh: Interpelasi DPRK Jangan Berhenti di Tengah Jalan
"Bukan seperti yang sekarang penuh dengan kesemberautan, sesama pejabat saling tuding dan menyalahkan. Sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi korban, hampir saja RSUD dan Pemerintahan di Desa lumpuh Karena manajemen pemerintahan yang amburadul." Tutup Heri Mulyadi.
[Redaktur: Amanda Zubehor]