WahanaNews-Aceh I Sudah delapan bulan terakhir warga di Dusun Keude Baro, Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, di dekat Jalan Medan-Banda Aceh (kawasan Halte), mengeluh terkait bau gas.
Gas yang tercium oleh warga tersebut diduga akibat adanya kebocoran pipa jaringan gas (Jargas) rumah tangga di Dusun Keude Baro, Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.
Baca Juga:
DLHK Lhokseumawe: Produksi Sampah Masyarakat Capai 100 Ton Per Hari
Oleh karena itu, para mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) saat mengetahui terkait keluhan masyarakat di lokasi tersebut, sudah melakukan sejumlah langkah advokasi.
Pengurus LMND Lhokseumawe, Muhammad Khatami, Minggu (3/10/2021), menjelaskan saat pihaknya mendapatkan informasi tentang keluhan masyarakat di lokasi kebocoran gas, maka timnya langsung turun ke lokasi.
Setelah memastikan memang adanya kebocoran gas, langkah pertama yang dilakukan adalah melaporkan ke keuchik setempat.
Baca Juga:
Gebrakan Sayuti Abu Bakar: Program Sampah Jadi Uang di Lhokseumawe
Di samping itu, sekitar dua hari lalu, pihaknya juga sudah beraudiensi dengan DPRK Lhokseumawe mengadukan tentang keluhan masyarakat di lokasi kebocoran.
"Kepada pihak dewan, kita pun meminta agar bisa mendesak pihak terkait untuk segera memperbaiki jargas yang bocor.
Selain itu dapat diberi kompensasi pada masyarakat sekitar yang sudah berbulan-bulan mencium bau gas, yang tentunya sangat berpotensi mengganggu kesehatan mereka," paparnya.