Hal senada juga diutarakan Khairina (23). Menurutnya, kondisi bau gas tersebut sudah sangat mengkhawatirkan.
Terkait bau gas yang diduga akibat adanya kebocoran jaringan gas rumah tangga tersebut, sudah dilaporkan ke pihak PTPL, selaku mitra dari Pertagas Niaga,yang pengelola jaringan gas rumah tangga.
Baca Juga:
DLHK Lhokseumawe: Produksi Sampah Masyarakat Capai 100 Ton Per Hari
Namun sampai saat ini belum diperbaiki. "Jadi kami mohon segera diperbaiki. Karena kami sudah snagat resah dan takut," pungkasnya.
Serambinews.com, yang didampingi mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi, pada Minggu siang tadi sempat mendatangi lokasi. Saat sampai di lokasi, langsung tercium bau gas.
Pihaknya juga menyiram air di lokasi adanya kebocoran pipa gas rumah tangga, sehingga langsung terlihat adanya gelembung air di beberapa titik yang menandakan ada gas yang bocor.
Baca Juga:
Gebrakan Sayuti Abu Bakar: Program Sampah Jadi Uang di Lhokseumawe
Tunggu material
Direksi PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL) Hariadi, yang dihubungi, Minggu (3/10/2021), sore, mengakui adanya kebocoran jaringan gas di lokasi tersebut.
"Tim kita sudah survei ke lokasi. Benar adanya kebocoran jaringan gas di dekat halte Desa Meuria Paloh," katanya.