"Novrizal bersama keluarganya sedang bermain dan mandi di alur buaya, tiba-tiba Novrizal melihat benda yang mencurigakan seperti mortir peninggalan Belanda sudah tidak aktif lagi," ujarnya.
Iptu Lilik menambahkan, kemudian sekitar pukul 15.00 WIB, Novrizal membawa pulang benda diduga duga mortir ini ke rumah keluarganya.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Percepat Pemulihan Listrik Pasca Bencana di Aceh, Kembali Kirim 18 Petugas Tim Recovery
Rumah keluarganya di Gampong Lengkong, Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa dan menaruhnya di luar rumah.
Kemudian Novrizal coba melihat di Google bahwa mortir peninggalan zaman Belanda kebanyakan masih aktif.
Hal ini mengejutkannya karena benda yang dibawa itu ternyata berbahaya bagi dirinya dan keluarganya serta warga sekitar.
Baca Juga:
Direksi dan Relawan PLN Turun Langsung Pastikan Percepatan Pemulihan Fasilitas Umum di Aceh
Selanjutnya Novrizal berinisiatif melaporkan benda yang ada bersamanya itu kepada pihak kepolisian.
"Sekitar pukul 18.00 WIB Novrizal menemui Bhabinkamtibmas Polsek Langsa Barat memberitahukan tentang temuan 1 buah benda besi yang diduga mortir aktif ini," paparnya.
Mendapat kaporan itu, timpal Iptu Lilik, Bhabinkamtibmas mèlaporkan kepada Kanit Intel Polsek Langsa Barat dan pada pukul 18.45 WIB petugas Polsek bersama Novrizal memindahkan benda diduga mortir itu jauh dari permukiman warga.